Sabtu, 13 Agustus 2011

Puasa


Puasa adalah secara bahasanya boleh diertikan sebagai menahan diri. Daripada segi istilah syara' bermaksud menahan diri daripada makan atau minum untuk suatu jangkamasa tertentu.
Puasa dapat ertinya menahan diri daripada makan dan minum serta segala perbuatan yang boleh membatalkan puasa, mulai dari terbit fajar sehinggalah terbenam matahari. Umat islam juga dikehendaki menahan diri daripada menipu, mengeluarkan kata-kata buruk atau sia-sia, serta bertengkar atau bergaduh. Ini kerana puasa merupakan medan latihan memupuk kesabaran, kejujuran serta bertolak ansur sesama sendiri. Secara tidak langsung amalan puasa akan menyuburkan sikap murni di dalam diri pelakunya. Adalah menjadi harapan kita agar kesemua nilai yang baik ini akan terus dipraktikkan ke bulan-bulan berikutnya.
Firman Allah S.W.T: “ Wahai orang-orang yang beriman, telah diwajibkan ke atas kamu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan ke atas umat-umat yang sebelum kamu, semoga kamu menjadi orang-orang yang bertaqwa. “ - (Surah Al-Baqarah)
Hadis Rasulullah s.a.w: Ditegaskan oleh Rasulullah s.a.w melalui sabdanya yang diriwayatkan oleh Ahmad, An- Nasa'i dan Al Baihaqi dari Abu Hurairah, yang bermaksud:
 Sesungguhnya telah datang kepada kamu bulan Ramadhan bulan yang penuh berkat. Allah telah fardhukan ke atas kamu berpuasa padanya. Sepanjang bulan Ramadhan itu dibuka segala pintu Syurga dan ditutup segala pintu neraka serta dibelenggu segala syaitan.
Niat
Rasulullah SAW bersabda. Sesunguh amal itu berasal dari niat
 Waktu Berniat
Waktu berniat bermula daripada terbenam matahari, yakni masuk waktu sembahyang fardhu Maghrib hinggalah sebelum terbit fajar shadiq (waktu Subuh). Oleh itu, bolehlah dilakukan niat puasa pada mana-mana bahagian daripada waktu tersebut, walaupun semasa berbuka.

Rabu, 27 Juli 2011

Nelayan


NASIB NELAYAN APA BILA TIDAK MELAUT

Betapa kasihan nya kita melihat para nelayan apabila tidak bisa pergi melaut mungkin karena beberapa factor penghalang, Karena itu bisa menyebabkan terlibat hutang kepada para tengkulak. Karena hasil tangkapan nelayan sangat sedikit di bandingkan pengeluaran utuk melaut. Maka hal itulah  pula nelayan berpindah profesi.
 pada waktu ini nelayan pun menamakan musim pancagai karena pada waktu ini nelayan mengadaikan barang-barang nya demi untuk berkelangsunggan hidup. Di tambah lagi ketidak pedulian pemerintah terhadap nelayan-nelayan jika pun ada pemberian dari pihak pemerintah itu tidak di bagikan secara merata kepada nelayan tersebut sebenar nelayan itu sama cuman ada nelayan yang istrinya juga pun ikut bekerja demi untuk itu. Saya heran terhadap sistim pemerintahan kita sumberdaya laut bagus tetapi mengapa nelayan masih terkatagori miskin?
 Anak nelayan itu jika kawan-kawan ku mau tau dan pemerintah yang bersangkutan, banyak yang mengiginkan melanjutkan pendidikan sampai kepeguruan tinggi Tetapi karena factor perekonomian juga (hasil tangkapan).

Kuala Patah Parang


KUALA PATAH PARANG
            Sedikit ceritakan asal penamaan kampung ini, pada saat itu orang ingin membuat rumah di tepi pantai/pesisir pada waktu dia menembang pohon bakau parang nya patah karena dari peristiwa tersebutlah di berikan penamaan patah parag dan adapun kata kuala tersebut kerena dia berada pada geografis laut.
            Desa saya ini sebenarnya berada di seberang desa Karena terjadi kebaran maka para masyarakat pindah ke daerah seberang.
     Desa ini mata pencarian masyarakat sebagian besar adalah nelayan termasuk orang saya sendiri dan di desa ini jalan hanya berbentuk papan.

Jumat, 22 Juli 2011

Gill Net (Jaring Insang)

Gill net sering diterjemahkan dengan “jaring insang”, “jaring rahang”, dan lain sebagainya. Istilah “gill net” didasarkan pada pemikiran bahwa ikan-ikan yang tertangkap “gilled-terjerat” pada sekitar operculum nya pada mata jaring. Sedangkan “gill net dasar” atau “bottom gill net” adalah jaring insang, jaring rahang yang cara operasinya ataupun kedudukan jaring pada fishing ground direntangkan pada dasar laut, yang demikian berarti jenis-jenis ikan yang menjadi tujuan penangkapan ialah ikan-ikan dasar (bottom fish) ataupun ikan-ikan damersal, dengan bahan jaring terbuat dari multi fibre.

Dalam bahasa Jepang gill net disebut dengan istilah “sasi ami”, yang berdasarkan pemikiran bahwa tertangkapnya ikan-ikan pada gill net ialah dengan proses bahwa ikan-ikan tersebut “menusukkan diri-sasu” pada “jaring-ami”. Di Indonesia penamaan gill net ini beraneka ragam, ada yang menyebutkan nya berdasarkan jenis ikan yang tertangkap (jaring kuro, jaring udang dsb nya), ada pula yang disertai dengan nama tempat (jaring udang Bayeman), dan lain sebagainya. Tertangkapnya ikan ikan-ikan dengan gill net ialah dengan cara bahwa ikan-ikan tersebut terjerat (gilled) pada mata jaring atupun terbelit-belit (entangled) pada tubuh jaring.

Prospektif gill net dasar atau bottom gill net di Indonesia sangat baik, hal ini dikarenakan secara kuantitatif, jumlahnya cukup besar di Indonesia. Hal-hal yang mempengaruhi besarnya bottom gill net secara kuantitatif.

Karena jaring ini direntang pada dasar laut, yang demikian berarti jenis-jenis ikan yang menjadi tujuan penangkapan ialah ikan-ikan dasar (bottom fish) ataupun ikan-ikan damersal. Jenis-jenis ikan seperti cucut, tuna, yang mempunyai tubuh sangat besar sehingga tak mungkin terjerat pada mata jaring ataupun ikan-ikan seperti flat fish yang mempunyai tubuh gepeng lebar, yang bentuk tubuhnya sukar terjerat pada mata jaring, ikan-ikan seperti ini akan tertangkap dengan cara terbelit-belit (entangled). Jenis ikan yang tertangkap berbagai jenis, misalnya herring, cod, halibut, mackerel, yellow tail, sea bream, tongkol, cakalang, kwe, layar, selar, dan lain sebagainya. Jenis-jenis udang, lobster juga menjadi tujuan penangkapan jaring ini.

Teknik pengoperasiannya Pada saat melakukan setting, kapal diarahkan ke tengah kemudian dilakukan pemasangan jaring bottom gill net oleh Anak Buah Kapal (ABK). Jaring bottom gill net dipasang tegak lurus terhadap arus sehingga nantinya
akan dapat menghadang gerombolan ikan yang sebelumnya telah dipasangi rumpon, dan gerombolan ikan tertarik lalu mengumpul di sekitar rumpon maupun light fishing dan akhirnya tertangkap karena terjerat pada bagian operculum (penutup insang) atau dengan cara terpuntal.